1298
TANBIH‼️ Channel telegram resmi Ma'had An-Najiyah Batam ini KHUSUS UNTUK PRIA Adapun channel telegram resmi KHUSUS UNTUK WANITA : https://telegram.me/akhwatannajiyahbatam Pembimbing dan Penasihat: • Asatidzah Ahlussunnah di Batam, Kepulauan Riau
📲 VIDEO JEJAK SYIAH EPISODE 2
Telah rilis video singkat:
“Apa Itu Taqiyyah? Kunci Memahami Antara Tampilan dan Keyakinan”
Sebuah konsep penting yang disebut dalam literatur Syiah, yang menjadi kunci untuk memahami perbedaan antara yang dipertontonkan dan yang diyakini.
Mohon kontribusinya:
▶️ Tonton sampai selesai
👍 Like, subscribe, dan komentar
🔁 Bagikan ke keluarga dan grup
Semoga menjadi sebab tersebarnya kebenaran dan penjagaan bagi kaum muslimin.
Jazaakumullaahu khairan.
📺 YouTube:
https://youtube.com/shorts/sqfww-lvUbE?si=dLHqnbJ4jandhplG
🎥 TikTok:
https://vt.tiktok.com/ZSHnYgnCU/
🔎 JEJAK SYIAH
Menelusuri jejak, mengungkap fakta
🎞 Video Fawaid
🍂 TAZKIYAH TIDAK BERMANFAAT BAGI ORANG YANG TELAH MENJARH DIRI MEREKA SENDIRI
🎙️ Asy-Syaikh Al-Imam Rabi' bin Hadi al-Madkhali rahimahullah
➖➖➖
📲 Join • Save • Share ll
/channel/kajiansalafypalopo
Media Dakwah Salafy Palopo
▪️▪️▪️▪️▪️▪️▪️▪️▪️
🔹🔹🔹🔹🔹
AUDIO MUHADARAH ILMIAH KOTA CILACAP SESI 2
🎙Bersama :
Al-Ustadz Abu Sa'id Hamzah hafizhahullah
📚 Berlindung dari Ilmu yang tidak bermanfaat
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
📸 UPDATE TA'AWUN DONASI DAKWAH MEDSOS
🎞️ JEJAK SYI'AH 👣
💳 No Rek Mandiri
1370005534298 Fahim Djatmiko
📲 Konfirmasi
081315878504 Abu Fadhilah Jogja
📌 Pembimbing:
- Al Ustadz Luqman Ba’abduh
- Al Ustadz Ruwaifi’
- Al Ustadz Abu Muhammad Musa
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman
- Al Ustadz Abu Jundi
- Al Ustadz Abu Fuad Saiful
حفظهم الله
🔥 ANTARA KAUM YAHUDI DAN NEGARA IRAN SYIAH RAFIDHAH MAJUSI
✍🏼 Fadhilatusy Syaikh Ahmad bin Sulaiman Badukhun hafizhahullah,
#توعية
لا تغتر بمن يقول: إن إيران دولة مسلمة، ونحن نقف معها لأنها تحارب اليهـ.ود.
والحقيقة أن إيران دولة رافضية مجوسية، وأن كفرها وعداءها للإسلام لا يقل خطورةً عن كفر وعداء اليـ.هـ.ود،
قال الله جل وعلا: {لَتَجِدَنَّ أَشَدَّ ٱلنَّاسِ عَدَ ٰوَةࣰ لِّلَّذِینَ ءَامَنُوا۟ ٱلۡیَهُودَ وَٱلَّذِینَ أَشۡرَكُوا۟ۖ}.
اليهـ.ود والذين أشركوا هم أشد الناس عداوةً للمسلمين.
فأما عداوة اليهود للمسلمين فقد رآها العالم كله ولا ينكرها أحد، وأما عداوة المشركين فهي ظاهرة في كل زمان، وظهرت اليوم في عدوان بلاد الشرك والخرافة (إيران) ضد عدد من بلدان المسلمين (والخليج على وجه الخصوص)، والرافضة اليوم من أشد فرق المشركين شركاً وكفراً ومحاربةً للمسلمين.
ولا ننسى أنها سيطرت على أربع عواصم عربية، نشرت فيها الكفر والزندقة، والدعوة إلى عبادة أهل البيت، وحاربت المسلمين أشد محاربة.
فحقيقة الحرب بين اليهود وإيران: هي حرب بين المشركين واليهـ.ـود.
اللهم احفظ بلاد الإسلام من شر الرو.ا.فض واليـ.ـهود، ورد كيدهم في نحورهم، اللهم اجعل بأسهم بينهم شديدا.
أحمد بادخن
/channel/badokhon2/1003
{لَتَجِدَنَّ أَشَدَّ ٱلنَّاسِ عَدَ ٰوَةࣰ لِّلَّذِینَ ءَامَنُوا۟ ٱلۡیَهُودَ وَٱلَّذِینَ أَشۡرَكُوا۟ۖ}.
“Sungguh engkau akan mendapati manusia yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman adalah orang-orang Yahudi dan orang-orang musyrik.” QS. Al-Ma'idah: 82
✍🏼 Ahmad Badukhn
📌 Membangun Kebiasaan Baik dari Hal-hal Kecil: Tanggungjawab dan Kepedulian
Kategori: #muamalah
Ditulis oleh: Abu Utsman Kharisman
Setiap kebaikan yang kita upayakan adalah bernilai sedekah.
كُلُّ مَعْرُوفٍ صَدَقَةٌ
Setiap kebaikan adalah sedekah (H.R al-Bukhari dan Muslim)
Bahkan, berbuat sesuatu agar orang tidak terganggu dengan akibat perbuatan kita, adalah sebuah sedekah yang bernilai pahala.
Begitu banyak aktivitas sederhana yang jika dibiasakan, akan memberikan manfaat dan justru menghindarkan kita dari kerugian di masa saat ini atau mendatang.
Selengkapnya silakan kunjungi:
https://itishom.org/blog/artikel/muamalah/membangun-kebiasaan-baik-dari-hal-hal-kecil-tanggungjawab-dan-kepedulian/
- 📢 *HIMBAUAN TA’AWUN DANA DAURAH ILMIAH MA'HAD AL MANSHUROH, SAROLANGUN, JAMBI*
بسم الله الر حمن الرحيم
📚 Allah _Ta'ala_ berfirman :
وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَىٰ ۖ وَلَا تَعَاوَنُوا عَلَى الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ ۚ
_"Dan tolong-menolonglah kalian dalam (mengerjakan) kebajikan dan ketakwaan, dan janganlah kalian tolong-menolong dalam (berbuat) dosa dan permusuhan."_
_(Surat Al-Maidah ayat 2)_
💺 *DAURAH ILMIAH Ma'had Al Manshuroh bersama Al Ustadz Luqman Ba'abduh & Al Ustadz Ruwaifi' bin Sulaimi, Lc* _( pengasuh Ma'had Minhajul Atsar Jember - Jawa Timur)_, *hafizhahumullah._*
📆 _InsyaAllah_ akan dilaksanakan pada hari Jum'at, Sabtu, dan Ahad, _28, 29 dan 30 Syawwal 1447 H / 17, 18 dan 19 April 2026 M._
Bertempat di *Ma'had Al Manshuroh, Ds. Kasang Melintang, Kec. Pauh, Kab. Sarolangung, Prov. Jambi.*
🗓️ _Alhamdulillah kita senantiasa bersyukur kepada Allah atas rahmat dan taufik-Nya, sehingga dibulan ini kita bisa mengadakan Kajian Islam Ilmiah dengan menghadirkan beliau-beliau hafidzahumullah_
🛍 _Tentu saja, perlu terus ada upaya serius dari kita Ahlus Sunnah untuk berta’awun demi terwujudnya acara besar dan mulia ini. Salah satunya, ta’awun dalam hal pendanaan, demi kelancaran acara ini, insyaAllah._
📥 _Adapun dana yg dibutuhkan adalah sebesar Rp. 20.000.000,- (Dua puluh juta rupiah)_
🫓 Alhamdulillaah., adapun dana yang terkumpul baru Rp. 12.000.000 (Dua belaa juta rupiah)
- *Kekurangan Rp. 8.000.000 (Delapan juta rupiah)*
📮 _*Dikarenakan pelaksanaan daurah tersebut sudah dekat, Maka kami panitia penyelenggara Daurah Ilmiah Ma'had Al Manshuroh membuka peluang* secepatnya kepada ikhwah semua untuk berta’awun dana demi terlaksananya Daurah tersebut._
📂 _Dana bisa disalurkan melalui:_
💳 *Rekening Bank BSI (Bank Syari'ah Indonesia) a/n DAIDIK SURUŔ. No Rek : _7232 99 55 93_*
☎️ _Contact Person / Konfirmasi:_
*Bendahara Panitia Daurah :*
*Abu Abdillah*
( wa.me:// 08137020842)
[ _harap jika sudah transfer bisa konfirmasi ke nomor tersebut_ ]
_*Dan diharapkan juga kepada peserta yang hadir untuk bisa dapat membantu dalam bentuk registrasi dan biaya Rp. 50.000 (lima puluh ribu rupiah) / orang, untuk membantu biaya konsumsi peserta selama acara kajian berlangsung.*_
(Diharapkan untuk bisa langsung ditransfer setelah registrasi ke Ustadz Hud
:wa.me://6285367263297 :)
Allah _Ta'ala_ berfirman :
وَمَاۤ أَنفَقۡتُم مِّن شَیۡءࣲ فَهُوَ یُخۡلِفُهُۥۖ وَهُوَ خَیۡرُ ٱلرَّ ٰزِقِینَ
_"Dan apa-apa yang kalian infaqkan, maka Allah pasti akan menggantinya, dan Dialah (Allah) sebaik-baik Pemberi Rezeki." (Surat Saba’ ayat 39)_
🖲 _Semoga Allah mencatat segala upaya ta’awun dan sumbangsih antum termasuk dalam pemberat mizan hasanat di sisi-Nya._ Aamiin
✅ _Demikian info ini kami sampaikan, atas perhatian dan ta'awun antum semua kami ucapkan jazakumullahu Khairan wa barakallahu fiikum._
📝 ttd.
Panitia Pelaksana, dan Asatidzah Pembimbing:
- _Al-Ustadz Abu Abdillah Muhammad Surur_
- _Al Ustadz Abu Ruwaifi' Abdurrahman Mahdi_
- _Al Ustadz Hud_
- _Al Ustadz Sofwan_
- _Al Ustadz Mu'is_
⚠️TANBIH :
_Himbauan ta'awun ini harap tidak disebarkan di Instagram, Facebook dan media sejenisnya._
SIMAK SEKARANG!!!
LIVE • TELEKONFERENSI KAJIAN ISLAM ILMIYYAH
KOTA MERAUKE
Sedang Berlangsung...
🎙 Pemateri:
Al-Ustadz Abu Abdillah Luqman Ba'abduh حفظه الله تعالى
📕 Materi:
Sabar Terhadap Musibah
📍Tempat:
Musholla as Sakhrah - Jl. Gor (di Belakang Kantor KOMINFO)
http://bit.ly/3Y7Lyue
▫️▫️▫️
Dengarkan melalui:
📻 Radio Islam Merauke via Radio Minhajul Anbiya :
🌐 https://manhajulanbiya.com
🌐http://manhajulanbiya.com/radio
📻 Channel Minhajussunnah Merauke :
🌐 /channel/Minhajussunnah_Merauke?livestream
📼 AUDIO KAJIAN ILMAH Ahlussunnah Wal Jamaah Kota Timika -Papua
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
Sabtu, 13 Rabiul Awwal 1447 H / 6 September 2025
📔 TEMA : KUPAS TUNTAS SEPUTAR BPJS (Benarkah BPJS Hukumnya Haram?)
🎙 Disampaikan Oleh:
Al-Ustadz Abu Muhammad Musa bin Hadi Hafizhahullah
🏘 Bertempat di:
Musholla IMAM AL MUZANI,
jln . Budi Utomo Lintas SP 1
Kota Timika-papua
Semoga bermanfaat dan menjadi kebaikan untuk kita semua.
-----------------------------------
📲 Chanel Resmi ⬇️:
/channel/ahlussunnah_timika
🎞 Video Fawaid
☝️💦 SABARLAH DALAM MENDAKWAHKAN TAUHID & SUNNAH
🎙️ Al-Ustadz Luqman Ba'abduh hafizhahullah Ta'ala
➖➖➖
Turut Mempublikasikan Channel Telegram
/channel/sunnysalafy
Sumber
/channel/ahlussunnah_cilacap
💎💎💎💎💎
🔥 Ketika Jarh Mufassar Diabaikan, dan Ta‘dil Mujmal Dikedepankan
Fenomena Pembelaan Kesalahan dengan Mengabaikan Kaidah Ilmiah
(Bagian Keenam: Membongkar Pola Berpikir di Balik Syubhat dan Tahrif)
⚠️ Setelah kita membahas kaidah dan bantahan terhadap syubhat dan tahrif, maka pada bagian ini kita masuk ke pembahasan yang lebih dalam:
👉 Bukan lagi sekadar apa yang mereka katakan,
tetapi:
👉 bagaimana cara mereka berpikir.
Karena hakikatnya…
💣 Penyimpangan tidak hanya terjadi pada kesimpulan,
tetapi sudah terjadi pada cara berpikir sejak awal.
🧠 Pola Berpikir yang Rusak
Di balik syubhat dan tahrif tersebut, terdapat beberapa pola yang berulang:
1️⃣ Mendahulukan Kesimpulan, Lalu Mencari Dalil
Seharusnya:
📖 Dalil dulu, kemudian dipahami, lalu disimpulkan
Namun yang terjadi:
❌ Kesimpulan sudah ditentukan
❌ Lalu mencari nukilan untuk membenarkannya
➡️ Jika cocok, diambil
➡️ Jika tidak, ditinggalkan atau ditakwil
👉 Inilah awal penyimpangan
2️⃣ Mengambil Sebagian, Meninggalkan Sebagian
➡️ Mereka mengambil ucapan ulama tentang pengecualian
➡️ Namun meninggalkan penjelasan syarat-syaratnya
➡️ Mengambil istilah
➡️ Tapi meninggalkan maknanya
👉 Akhirnya:
❌ Kaidah dipahami setengah-setengah
❌ Lalu digunakan secara salah
3️⃣ Mengaburkan Batas antara Ilmu dan Loyalitas
Dalam manhaj Ahlus Sunnah:
📖 Kebenaran diikuti walau pahit
📖 Kesalahan ditolak walau dari orang yang dicintai
Namun yang terjadi:
❌ Kebenaran diukur dengan siapa yang menyampaikan
❌ Kesalahan ditolak atau diterima karena siapa pelakunya
👉 Ini bukan lagi manhaj ilmiah,
tetapi sudah menjadi fanatisme terselubung
4️⃣ Menggunakan Istilah Ilmiah untuk Menutup Kebatilan
➡️ Mereka berbicara dengan istilah:
▪️jarh mufassar
▪️ta’dil
▪️khilaf ulama
Namun…
❌ Istilah digunakan bukan untuk menjelaskan
❌ Tapi untuk membingungkan
👉 Sehingga orang awam mengira:
"Ini masalah ilmiah…"
Padahal:
💣 Ini adalah pembelaan yang dibungkus istilah ilmiah
5️⃣ Menggeser Pembahasan dari Dalil ke Emosi
➡️ Ketika dibantah dengan dalil
👉 mereka tidak menjawab dalil
Tetapi:
❌ Mengangkat isu perasaan
❌ Mengangkat isu ukhuwah
❌ Mengangkat isu adab
👉 Seolah-olah:
📌 Menjelaskan kebenaran = tidak beradab
📌 Membantah kesalahan = memecah belah
Padahal:
⛔ Ini adalah bentuk pengalihan dari substansi ke emosi
💥 Hakikat yang Harus Disadari
Ayyuhal ikhwah…
👉 Masalah ini bukan sekadar:
▪️salah paham
▪️atau kekeliruan ringan
Tetapi:
💣 penyimpangan dalam cara memahami agama
Karena:
📌 Jika cara berpikir rusak
➡️ maka seluruh kesimpulan akan ikut rusak
⚠️ Dampak yang Lebih Dalam
Jika pola ini dibiarkan:
▪️ Kebenaran akan terus dipertanyakan
▪️ Kebatilan akan terus dibela
▪️ Ummat akan kehilangan standar ilmiah
Bahkan lebih berbahaya:
👉 Generasi setelahnya akan mewarisi cara berpikir yang rusak ini
🔰 Manhaj yang Harus Dikembalikan
Ahlus Sunnah berdiri di atas:
✓ Mengikuti dalil, bukan tokoh
✓ Memahami ucapan ulama secara utuh, bukan sepotong
✓ Membedakan antara kaidah dan pengecualian
✓ Menimbang dengan ilmu, bukan perasaan
🔊 Penegasan
👉 Tidak setiap yang berbicara dengan istilah ilmiah adalah ilmiah
👉 Tidak setiap yang menukil ulama memahami ucapan ulama
👉 Dan tidak setiap yang membela adalah berada di atas kebenaran
‼️ Peringatan Keras
Jangan sampai kita tertipu dengan:
🔸 bahasa yang lembut
🔸 istilah yang tinggi
🔸 atau klaim ilmiah
Namun hakikatnya:
👉 membela kebatilan dan melemahkan kebenaran
🌿 Penutup
Ketahuilah…
Ayyuhal ikhwah!
👉 Menjaga agama tidak cukup dengan niat baik
👉 tetapi harus dengan cara yang benar
Dan…
👉 Penyimpangan terbesar bukan ketika seseorang salah,
👉 tetapi ketika ia membela kesalahannya dengan membungkusnya sebagai kebenaran
🤲 اللهم أرنا الحق حقا وارزقنا اتباعه، وأرنا الباطل باطلا وارزقنا اجتنابه
✍️ Abu Fuad Saiful
Makassar, 13 Syawwal 1447 H/2 April 2026 M
🔥 Ketika Jarh Mufassar Diabaikan, dan Ta‘dil Mubham Dikedepankan
Fenomena Pembelaan Kesalahan dengan Mengabaikan Kaidah Ilmiah
(Bagian Kelima: Membongkar Tahrif dalam Memahami Ucapan Ulama)
⚠️ Pada tahap ini, syubhat tidak lagi sekadar berupa slogan…
Namun telah naik ke level yang lebih berbahaya:
👉 Menggunakan ucapan ulama sebagai tameng,
👉 namun dengan cara memotong, mengaburkan, dan mengeluarkan dari konteksnya.
💣 Inilah yang disebut oleh para ulama sebagai:
"تحريف الكلم عن مواضعه"
"Mengubah makna ucapan dari tempatnya"
🧠 Syubhat yang Diangkat
Mereka menukil dari sebagian kitab:
"أن الجرح إنما يؤخذ من إمام عارف بأسباب الجرح والتعديل"
"Sesungguhnya jarh itu hanya diambil dari imam (ulama) yang mengetahui sebab-sebab jarh wa ta’dil."
Kemudian mereka menyimpulkan:
❌ "Berarti jarh tidak boleh diterima kecuali dari ulama besar."
🎯 Di sinilah letak penyimpangan ilmiahnya
Karena kalimat tersebut:
❗ tidak berdiri sendiri
❗ tidak berbicara tentang jarh mufassar secara mutlak
❗ dan bukan pendapat jumhur ulama
🔍 Pembongkaran Ilmiah
1️⃣ Pemotongan Konteks (Tahrif)
Kalimat tersebut sebenarnya datang dalam konteks:
👉 "Jarh mubham bisa diterima dari imam yang ahli"
Bukan:
❌ kaidah umum bahwa semua jarh harus dari ulama besar
📌 Artinya:
👉 Mereka mengambil potongan kalimat
👉 lalu menjadikannya sebagai kaidah mutlak
💣 Ini adalah bentuk penyimpangan dalam memahami ucapan ulama
2️⃣ Mengabaikan Pendapat Jumhur
Dalam teks yang sama disebutkan:
"مذهب الجمهور: لا يقبل الجرح إلا مفسرا"
👉 Ini adalah pendapat mayoritas ulama
Maknanya:
👉 Jarh tidak diterima kecuali jika dijelaskan sebabnya
🎯 Dan inilah yang sedang kita tegakkan:
✓ jarh mufassar
✓ dengan dalil
✓ dengan penjelasan
❗ Namun ini justru ditinggalkan oleh mereka
3️⃣ Mencampur antara Jarh Mufassar dan Jarh Mubham
👉 Konteks yang mereka tahrif itu sebenarnya menjelaskan: Jarh mubham (yang tidak dijelaskan sebabnya) hanyalah di terima dari imam yang mengerti tentang sebab-sebab jarh wa ta'dil,
Namun mereka gunakan untuk:
❌ menolak jarh mufassar (yang jelas dan rinci)
💣 Ini adalah bentuk talbis (pengelabuan)
4️⃣ Membuat Kesimpulan yang Tidak Dikatakan Ulama
👉 Tidak ada satu pun ulama yang mengatakan:
❌ "Tidak boleh menerima jarh kecuali dari ulama besar"
Namun mereka menyimpulkan demikian
📌 Padahal kaidah Ahlus Sunnah:
👉 Yang dilihat adalah hujjah, bukan sekadar siapa yang berbicara
Sebagaimana ucapan yang masyhur:
"اعرف الحق تعرف أهله"
Artinya:
"Kenalilah kebenaran, niscaya engkau akan mengenal siapa para pengikutnya"
5️⃣ Standar Ganda
Jika kita perhatikan:
➡️ Ketika ada ta’dil:
👉 Mereka terima walau mubham
👉 Bahkan tanpa rincian
➡️ Namun ketika ada jarh:
👉 Mereka menolak
👉 Dengan alasan: "bukan dari ulama"
💣 Ini bukan kaidah ilmiah
👉 tapi hawa nafsu yang dibungkus ilmu
⚠️ Hakikat yang Harus Dipahami
Ayyuhal ikhwah…
👉 Para ulama tidak menjadikan gelar, popularitas, atau status sebagai ukuran diterimanya ucapan
Namun mereka menjadikan:
📖 dalil, penjelasan, dan kebenaran sebagai ukuran
🔰 Penegasan Manhaj yang Lurus
Jika datang:
➡️ Jarh mufassar
✓ dengan bukti
✓ dengan penjelasan
Maka:
👉 ia ditimbang dengan hujjah
👉 bukan ditolak karena siapa yang menyampaikan
Dan jika datang:
➡️ Ta’dil mubham
👉 maka tidak bisa menggugurkan jarh mufassar
💥 Bahaya Tahrif Ini
Jika metode ini dibiarkan:
▪️ Ucapan ulama akan terus dipelintir
▪️ Kebenaran akan dikaburkan
▪️ Kebatilan akan dilindungi dengan dalih ilmiah
Bahkan lebih berbahaya:
👉 Generasi akan belajar agama dengan cara yang salah
🔊 Peringatan Tegas
Jangan tertipu dengan:
▪️ nukilan kitab
▪️ istilah ilmiah
▪️ atau penyebutan nama ulama
Karena:
❗ tidak setiap yang menukil memahami
❗ tidak setiap yang berbicara ilmiah itu ilmiah
🌿 Penutup
Ketahuilah…
👉 Masalah ini bukan sekadar perbedaan pendapat
👉 tetapi sudah masuk pada penyimpangan dalam memahami agama
Dan ingatlah:
"ليس كل من استدل أصاب"
“Tidak setiap orang yang berdalil itu benar dalam kesimpulannya.”
Ayyuhal ikhwah…
🔥 Ketika Jarh Mufassar Diabaikan, dan Ta‘dil Mubham Dikedepankan
Fenomena Pembelaan Kesalahan dengan Mengabaikan Kaidah Ilmiah
(Bagian Ketiga)
⚠️ Setelah kita memahami fenomena dan sebagian syubhat yang beredar, maka perlu kita bongkar satu hakikat penting:
👉 Mengapa jarh mufassar diabaikan, dan ta‘dil mubham justru diangkat?
Apakah ini sekadar ketidaktahuan?
Ataukah ada sesuatu yang lebih dalam?
🧠 Akar Permasalahan
Hakikatnya, fenomena ini tidak lepas dari beberapa sebab:
1️⃣ Mengagungkan individu di atas kebenaran
Sebagian orang telah menjadikan tokoh sebagai ukuran,
bukan menjadikan kebenaran sebagai ukuran.
➡️ Ketika tokoh tersebut dipuji, diterima tanpa ragu
➡️ Namun ketika dijelaskan kesalahannya, ditolak mentah-mentah
Padahal prinsip Ahlus Sunnah:
📖 Kebenaran tidak dikenal melalui tokoh,
tetapi tokoh dikenal melalui kebenaran.
2️⃣ Tidak memahami kaidah ilmiah dalam menilai
Banyak yang tidak membedakan antara:
▪️ Pujian yang global
▪️ Dengan kritik yang terperinci
Sehingga ketika ada yang mengatakan:
➡️ "Fulan orang baik"
➡️ "Fulan ustadz yang bagus"
Mereka mengira itu cukup untuk menolak seluruh penjelasan kesalahan.
Padahal:
⛔ Pujian umum tidak menggugurkan kritik yang jelas dan rinci.
3️⃣ Mengikuti hawa nafsu dalam menerima dan menolak
➡️ Yang sesuai dengan keinginan diterima
➡️ Yang menyelisihi ditolak
Meskipun yang datang adalah dalil dan penjelasan ilmiah.
💥 Bentuk-Bentuk Penyimpangan yang Terjadi
Di lapangan, kita melihat pola yang berulang:
❌ Mengalihkan pembahasan dari substansi ke personal
Ketika dijelaskan kesalahan:
➡️ Mereka tidak menjawab isi kritik
➡️ Tapi menyerang orang yang mengkritik
👉 "Siapa dia?"
👉 "Apa kapasitasnya?"
Padahal yang seharusnya ditimbang adalah:
📖 Apakah yang disampaikan itu benar atau tidak
❌ Mengangkat kebaikan untuk menutupi kesalahan
➡️ "Dia muridnya masyaikh"
➡️ "Dia punya banyak jasa"
➡️ "Dia sudah berdakwah lama"
Seolah-olah itu menjadi alasan untuk menutup kesalahan.
Padahal:
⛔ Kebaikan tidak menghapus kewajiban menjelaskan kesalahan.
❌ Mencampur antara nasihat dan ghibah
➡️ Setiap peringatan dianggap ghibah
➡️ Setiap bantahan dianggap permusuhan
Padahal para ulama telah menjelaskan:
📌 Menjelaskan kesalahan demi menjaga agama bukanlah ghibah yang tercela.
⚠️ Dampak yang Sangat Berbahaya
Jika fenomena ini dibiarkan:
▪️ Standar ilmiah akan rusak
▪️ Kebenaran menjadi kabur
▪️ Kebatilan mendapatkan legitimasi
Bahkan lebih dari itu:
👉 Manusia akan bingung, siapa yang harus diikuti, dan siapa yang harus diwaspadai
🔰 Kaidah yang Harus Ditegakkan
Ahlus Sunnah berdiri di atas prinsip:
📖 *الجرح المفسر مقدم على التعديل المجمل*
Artinya:
👉 Kritik yang jelas dan terperinci
lebih didahulukan daripada pujian yang umum
Selama:
✓ disampaikan dengan ilmu
✓ dengan bukti
✓ dan dengan kejujuran
🔊 Penegasan
Ayyuhal ikhwah…
Agama ini tidak dijaga dengan perasaan,
tidak pula dengan fanatisme kepada individu.
Tetapi dijaga dengan:
📖 ilmu
📖 kejujuran
📖 dan keberanian untuk mengatakan kebenaran
⚠️ Peringatan
Jangan sampai kita termasuk orang yang:
▪️ Menolak kebenaran karena tidak sesuai dengan tokohnya
▪️ Membela kesalahan karena cinta kepada individu
▪️ Dan menutup mata dari penjelasan yang terang
‼️ Penutup
Ketahuilah…
👉 Bukan setiap yang dipuji itu benar
👉 Dan bukan setiap yang dikritik itu salah
Namun yang menjadi ukuran adalah:
📖 Dalil dan kebenaran
🤲 اللهم أرنا الحق حقا وارزقنا اتباعه، وأرنا الباطل باطلا وارزقنا اجتنابه
✍️ Abu Fuad Saiful
Makassar, 12 Syawwal 1447 H/1 April 2026 M
﷽
HADIRILAH..!
📜 InsyaAllah, Pelaksanaan Shalat Jumat Kota Tanjung Pinang, Pulau Bintan
📃 Tema Khutbah: "Amanah Dalam Bekerja"
🎙 Imam dan khatib InsyaAllah:
Al-Ustadz Abu Sa'ad Sa'id Hamzah حفظه الله
🗓 Hari Jum'at: 14 Syawwal 1447 / 03 April 2026
⏰ Pukul: 12.00 Wib - Selesai
🕌 Lokasi:
Masjid Baitul Ikhwah Km. 11 Provinsi Kepulauan Riau.
📞 Informasi :
https://wa.me/6282377168711
📚 MAJLIS TA'LIM AN-NAJIYAH BINTAN
🔥 Ketika Jarh Mufassar Diabaikan, dan Ta‘dil Mubham Dikedepankan
Fenomena Pembelaan Kesalahan dengan Mengabaikan Kaidah Ilmiah
(Bagian Pertama)
⚠️ Di zaman ini, di munculkan kembali syubhat yang mengkhawatirkan:
➡️ Orang yang berbicara dengan dalil dituduh keras
➡️ Orang yang menjelaskan kesalahan dituduh memecah belah
➡️ Bahkan orang yang memperingatkan dari penyimpangan dituduh sebagai tukang ghibah
Sementara di sisi lain:
➡️ Kesalahan disebarkan
➡️ Syubhat dipoles dengan kata-kata indah
➡️ Penyimpangan dibungkus dengan nama dakwah
Ini bukan lagi sekadar kekeliruan,
tetapi telah berubah menjadi upaya sistematis membalikkan kebenaran menjadi kebatilan, dan kebatilan seakan-akan kebenaran.
🧠 Hakikat yang Harus Dipahami
📚 Ilmu jarh wa ta’dil bukan budaya keras,
bukan pula tradisi mencela.
Ia adalah warisan kenabian untuk menjaga agama.
Maka siapa yang mencelanya, hakikatnya ia sedang:
▪️Membuka pintu kebatilan
▪️Menutup pintu penjelasan
▪️Dan memberikan ruang bagi penyimpangan berkembang tanpa kontrol
💥 Realita Saat Ini
Hari ini kita melihat:
➡️ Ada yang berbicara tanpa ilmu, lalu ketika diluruskan ia berkata: "jangan saling menjatuhkan"
➡️ Ada yang menyebarkan pemikiran menyimpang, lalu ketika dibantah ia berkata: "ini hanya perbedaan pendapat"
➡️ Ada yang terang-terangan salah dalam manhaj, lalu ketika diperingatkan ia berkata: "jaga ukhuwah, jangan mencari-cari aib"
Padahal yang sedang terjadi adalah:
👉 Menjadikan slogan-slogan indah sebagai tameng untuk melindungi kebatilan
⚖️ Penting untuk Diketahui
Salaf dan Salafy tidak menimbang dengan:
▪️Logika
▪️Perasaan
▪️Jumlah pengikut
▪️Kepopuleran
Tetapi dengan:
📖 Dalil dan kebenaran
⛔ Bahaya Slogan-Slogan Palsu Zaman Ini
❌ "Jangan bicara kesalahan orang"
➡️ Jika ini diterapkan:
▪️Ahli bid’ah dan hizbiyyin bebas berbicara
▪️Penyimpangan tidak terbendung
▪️Ummat bingung tanpa bimbingan
❌ "Semua ini hanya memecah belah"
➡️ Justru yang memecah belah adalah:
▪️Kesesatan yang dibiarkan
▪️Kebatilan yang tidak diluruskan
❌"Ambil baiknya saja, tinggalkan yang buruk"
➡️ Ini adalah slogan yang sangat berbahaya
Karena:
⛔ Tidak setiap orang mampu memisahkan racun dari makanan
ketika keduanya telah tercampur.
👉 Dan Ini yang Mereka Inginkan
📍Mereka ingin kita diam,
agar kesalahan mereka tidak tersentuh.
📍Mereka ingin kita lembut,
tapi bukan kepada kebenaran, melainkan kepada kebatilan.
📍Mereka berbicara tentang ukhuwah,
tapi bukan untuk menyatukan di atas sunnah,
melainkan untuk melindungi penyimpangan.
🔰 Penegasan
▶️ Kami tidak akan diam dari kebatilan
▶️ Tidak zalim dalam membantah
▶️ Tidak membela kesalahan
▶️ Tidak menjatuhkan tanpa burhan
Sadarilah‼️
Ayyuhal ikhwah…
🔂 Agama ini tidaklah rusak karena musuh dari luar,
tetapi rusak ketika standar kebenaran dibalik dari dalam.
⚫ Ketika yang salah dilindungi,
dan yang benar diserang,
maka saat itulah fitnah menjadi gelap.
🔊 Nasehat Kami:
Katakan yang benar walau pahit,
dan bersikap adillah walau kepada yang tidak engkau sukai.
♾️ Camkanlah
Ketika orang-orang yang berada di atas kebenaran memilih diam,
maka orang-orang yang berada di atas kebatilan akan berbicara, lalu mencampuradukkan yang benar dengan yang salah hingga manusia sulit membedakannya.
🤲 Allahulmustaan
✍️ Abu Fuad Saiful
Makassar, 12 Syawwal 1447 H/1 April 2026 M
📲 VIDEO JEJAK SYIAH EPISODE 1
Telah rilis video singkat yang berjudul:
“Praktik Taqiyyah - Literatur Resmi Mereka Membongkar Wajah yang Sebenarnya”
Sebagai upaya memberikan peringatan dan membuka wawasan kaum muslimin.
Mohon kontribusinya untuk:
▶️ Menonton hingga selesai
👍 Memberikan like, komentar dan subscribe
🔁 Membagikan ke grup atau keluarga yang membutuhkan
Semoga menjadi sebab tersebarnya kebenaran dan penjagaan bagi kaum muslimin.
Jazaakumullaahu khairan.
📺 YouTube:
https://youtube.com/shorts/GsLzfbShik8?si=80nTTN1tfUXqoZJw
🎥 TikTok:
https://vt.tiktok.com/ZSHCaTsUh/
🔎 JEJAK SYIAH
Menelusuri jejak, mengungkap fakta
☝🏼 WASPADAI UJUB DAN GHURUR WAHAI PARA DAI MUDA
✍🏼 Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani rahimahullah mengingatkan dengan nasihat beliau,
عشنا ذاك الزمن ثم بدأنا نتبين الأثر الطيب لدعوة الدعاة الغرباء المصلحين بين صفوف الشباب المؤمنين، ورأينا هذا الشباب يستقيم على الجادة في كثير من البلاد الإسلامية ويحرص على التمسك بالكتاب والسنة حيثما صحت عنده.
ولكن ما طال فرحنا بهذه الصحة التي التمسناها في هذه السنوات الأخيرة حتى فوجئنا بانقلاب وقع في بعض هؤلاء الشباب في بعض البلاد كاد أن يقضي على آثار هذه الصحوة الطيبة؛
وما سبب ذلك وهنا العبرة والنصيحة إلا لأنه أصابهم العجب وأصابهم الغرور، وما سبب ذلك إلا لأنهم أصابهم العجب وأصابهم الغرور بسبب ما تبين لهم أنهم أصبحوا على شيء من العلم الصحيح ليس فقط بين جمهرة الشباب المسلم الضائع بل حتى بين كثير من شيوخ العلم حيث شعروا بأنهم تفوقوا بهذه الصحوة على أهل المشيخة والعلم المنتشرين في العالم الإسلامي،
فما شكروا الله عز وجل حيث وفقهم إلى هذا العلم الصحيح بل اغتروا واشتدوا وظنوا أنهم على علم فأخذوا يصدرون الفتاوى الفجة الغير قائمة على التفقه في الكتاب والسنة، بل إنما هي آراء غير ناضجة ظهرت لهم أنها هي العلم المأخوذ من الكتاب والسنة فضلوا وأضلوا كثيراً.
🔹🔹🔹🔹🔹
AUDIO MUHADARAH ILMIAH KOTA CILACAP SESI 1
🎙Bersama :
Al-Ustadz Abu Utsman Kharisman hafizhahullah
📚 Berjuang Bersama Dalam Kejujuran
▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
📮 INFO HEWAN KURBAN
**(KAMBING, DOMBA DAN SAPI) 1447 H**
📚 Di tahun ini, Tim Divisi Ekonomi An-Najiyah siap melayani kembali kebutuhan hewan kurban secara sehat, aman dan terjamin.
📍 Alhamdulillah, dengan izin Allah, Tim Divisi Ekonomi telah berpengalaman dalam pengadaan, pemeliharaan hewan kurban dan penyelenggaraan penyembelihan.
Tahun ini, Untuk lebih memperingan terkait harga dan pengadaan hewan qurban, maka mudhohi bisa mencicil dari sekarang, namun mengingat tim masih survey harga dan kandang, maka untuk harga perkiraan (estimasi) kita menggunakan harga tahun lalu sebagai referensi sampai nanti tim mendapat harga yg real, jika nantinya uang yg disetor lebih maka akan di kembalikan kepada mudohi, dan jika kurang maka akan diminta kekurangannya. (akad di akhir)
Jadi..Mari menabung dari sekarang, bisa dicicil atau langsung membayar penuh kepada petugas penerima yg bertugas
📝 Berikut daftar harga kambing dan sapi tahun sebelumnya (1446 H)
1️⃣. Sapi
- Tipe A1 : Rp.25.200.000,- (Rp 3.600.000,-)
- Tipe B1 : Rp.24.500.000,- (Rp 3.500.000,-)
2️⃣. Kambing Jantan
Tipe A : Rp 4.300.000,-
Tipe B : Rp 3.800.000,-
Tipe C: Rp 3.200.000,-
3️⃣. Kambing Betina
Tipe A : Rp 3.100.000,-
Tipe B : Rp 2.800.000,-
Tipe C : Rp 2.300.000,-
✍️ 4 KEUNTUNGAN PESAN SEKARANG/HARI INI:
1️⃣ Harga relatif lebih murah. biasanya semakin mendekati hari H harga domba dan sapi naik.
2️⃣ Pilihan hewan masih banyak dan melimpah. Adapun nanti, semakin terbatas karena banyak penjualan.
3️⃣ Tim masih longgar waktunya, sehingga bisa memberikan edukasi dan pelayanan optimal.
4️⃣ Antum harus tahu, domba dan sapi itu ada masa adaptasinya. Biasanya butuh waktu 1 pekan. Di masa adaptasi ini rentan sakit. Jika beli sekarang, masa adaptasi sangat cukup. Harapan kita, pada saat hari H pemotongan, domba dan sapi dalam kondisi fit.
⏰ Pesan segera sejak hari ini, atau tanya-tanya, dengan senang hati insyaallah Tim siap melayani.
☎️ Informasi lebih lanjut, Hubungi..
AbuSyuja
http://wa.me/62 857 6379 6478
Abu Muhammad
http://wa.me/62 853 6402 2337
🌹 Jazakumulou khoyr wa Barakallahu fikum
=====©=====
🎗Panitia Qurban Idul Adha 1441 H
ℹ️ Informasi & Publikasi Ma'had an-Najiyah Batam
📡 Kanal Resmi Ma'had An-Najiyah Batam
📟 Join Telegram
/channel/annajiyahbatam
=====©=====
‼️ Hakikat Agama Syiah Rafidhah ☝️
🎙 Beberapa penjelasan para ulama kibar Ahlussunnah wal Jama’ah.
📼 Audio Kajian Ilmiyah Islam Kota Merauke
🎙 Disampaikan oleh:
Al-Ustadz Abu Abdillah Luqman Ba'abduh hafizhahullah
📝 Tema:
Sabar Terhadap Musibah
🕌 Tempat:
Musholla as Sakhrah
🔗 /channel/Minhajussunnah_Merauke/2980
🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱
🆕 Inilah yang dinantikan, akan hadir segera di ruang baca anda!
🪫 Pernahkah kita merasa lebih cemas saat baterai HP lowbat dibandingkan saat iman sedang menurun? Tanpa sadar, jempol kita mungkin lebih lincah scrolling daripada menghitung zikir. Kita merasa terhubung dengan dunia, namun justru makin asing dengan diri sendiri dan Sang Pencipta.
Majalah Mufidah Edisi 2 hadir untuk membedah realitas di balik layar dengan tema utama:
📖 "SAAT GAWAI MENGUASAI HATI: Mental dan Moral Amankah?"
Apa yang akan Anda temukan di edisi ini?
⭐️ Fenomena Android: Kupas tuntas dari sisi iman, mental, dan akhlak.
⭐️Tragedi Ahli Ibadah: Bagaimana era digital menguji fokus ketaatan kita.
⭐️Kelumpuhan Mental: Mengapa fenomena "mager" bukan sekadar malas gerak.
Sudah saatnya mengambil jeda. Kembalikan posisi gawai sebagai pelayan, bukan sebagai tujuan.
📌 Pantau terus informasi terbitnya di kanal ini!
✈️ /channel/majalahmufidah
Majalah Mufidah
Ruang Inspirasi Islami & Berbagi Faedah
#MajalahMufidah #DigitalDetox #SelfReminder #GawaiDanHati
🔉🔊 HIMBAUAN TA’AWUN
Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
"مَنْ نَفَّسَ عَنْ مُؤْمِنٍ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ الدُّنْيَا، نَفَّسَ اللَّهُ عَنْهُ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ..."
_
“Barang siapa yang melapangkan satu kesusahan seorang mukmin di dunia, maka Allah akan melapangkan kesusahannya pada hari kiamat.” (HR. Muslim no. 2699)_
💦 Qadarullah wa ma sya’a fa‘al, saudara kita Abu Khadijah Arba’i (syafahullah) sedang tertimpa musibah serius akibat terjatuh dari ketinggian saat kegiatan ta’awun (gotong royong membersihkan tandon).
Beliau mengalami cedera:
- Ginjal kiri luka berat (Grade IV): terdapat robekan, perdarahan, dan kebocoran urin.
- Limpa (lien) luka Grade II: terdapat robekan dan perdarahan ringan hingga sedang.
- Patah tulang rusuk kiri disertai penumpukan darah di rongga dada (hemothorax).
- Perdarahan di rongga perut (hemoperitoneum) serta bekuan darah di kandung kemih.
⚠️ Saat ini, beliau membutuhkan perawatan intensif, pemantauan ketat, serta proses pemulihan yang tidak singkat.
✍️ Oleh karena itu, kami mengajak segenap kaum muslimin untuk turut berta’awun, meringankan beban saudara kita.
Seberapa pun bantuan antum, insyaAllah sangat berarti bagi beliau dan keluarganya.
📮 Saluran Ta’awun:
🏧 Transfer melalui:
Bank BNI: 0052455888
Atas nama: Azwar Effendy
☎ Konfirmasi transfer:
Al-Akh Abu Aslam Azwar
0813-7253-9203
🤲 Semoga Allah Ta‘ala segera mengangkat musibahnya dan memberikan kesembuhan yang sempurna.
✔ Mengetahui dan turut menghimbau:
- Ust. Muhammad Noer
- Ust. Abu Sa’ad
- Ust. Abu Fida
hafizhahumullah
ℹ️ Informasi & Publikasi: Ma’had An-Najiyah Batam
®🚩
AUDIO Rekaman
KHUTBAH JUMAT
[183]
Jumat, 14 Syawwal 1447
• Al-Akh Utsman bin Arba'i حفظه الله;
Tiga Kunci Kebahagiaan
🗞t.me/annajiyahbatam
Arsip Audio Lengkap⤵️
bit.ly/3UuUpEK
🔥 Membongkar Talbis dalam Penggunaan Audio Ustadz Luqman
Bismillah
Walaa haulaa walaa quwwata illa billah...
⚠️ Telah disebarkan potongan audio yang dinisbatkan kepada Ustadz Luqman hafizhahullah, lalu dijadikan sebagai pembenaran untuk menolak jarh mufassar dalam kasus yang sedang terjadi.
Padahal, jika dipahami dengan jujur dan utuh, maka:
👉 audio tersebut bukan hujjah bagi mereka, bahkan justru hujjah atas mereka.
⚖️ Pertama: Ustadz Luqman Menegaskan Kaidah Asal
Dalam audio tersebut disebutkan:
الجرح المفسر مقدم على التعديل
Ini adalah kaidah dasar Ahlus Sunnah.
❗ Artinya:
👉 Jarh mufassar tetap menjadi prinsip asal,
bukan sesuatu yang gugur begitu saja.
🔍 Kedua: Pengecualian yang Disebutkan BUKAN Umum
Disebutkan:
إلا أن يكون عند المعدل ما يثبت وهم الجارح
Artinya:
👉 Kecuali jika mu’addil memiliki bukti yang menunjukkan bahwa jarh tersebut keliru
📌 Perhatikan baik-baik:
Ini bukan sekadar ta’dil
Ini bukan sekadar pembelaan
Ini bukan sekadar pujian global
Tetapi:
👉 HARUS ADA:
▪️bukti
▪️data
▪️klarifikasi ilmiah
▪️bantahan terhadap isi jarh
💣 Ketiga: Letak Talbis Mereka
Mereka menyimpulkan:
"Kalau ada ulama yang menta’dil, maka jarh gugur"
❌ Ini tidak pernah dikatakan dalam audio
❌ Ini bukan makna ucapan ustadz Luqman
❌ Ini adalah penyimpulan yang batil
Karena yang benar:
👉 Jarh gugur hanya jika:
▪️terbukti salah
▪️terbukti keliru
▪️atau terbantahkan dengan hujjah
⚠️ Keempat: Uji dengan Realita Kasus Sekarang
Sekarang kita tanyakan dengan jujur:
👉 Apakah ada dari pihak mu’addil yang:
▪️Membantah rincian jarh satu per satu?
▪️Menunjukkan bahwa data itu salah?
▪️Menjelaskan bahwa itu bukan ucapan/perbuatan yang dinisbatkan?
❗ Jika tidak ada:
👉 Maka pengecualian dalam audio tidak berlaku
🎯 Kelima: Justru Audio Ini Membantah Mereka
Jika mengikuti penjelasan ustadz Luqman secara jujur:
👉 Maka kaidahnya menjadi jelas:
▪️Jarh mufassar diterima
▪️Kecuali jika terbukti salah baru ditolak
📌 Maka dalam kondisi:
❌ Tidak ada bantahan ilmiah
❌ Tidak ada klarifikasi rinci
❌ Tidak ada bukti kesalahan jarh
👉 Maka:
💥 Jarh tetap berlaku
🧠 Keenam: Ini Bukan Perbedaan Pendapat, Tapi Penyimpangan Metode
Ayyuhal ikhwah…
Yang terjadi di sini bukan sekadar beda pandangan,
tetapi:
💣 memindahkan pengecualian menjadi kaidah umum
💣 menggunakan ucapan ulama untuk membatalkan kaidah ulama itu sendiri
🔊Penutup Menghujam
Maka kami katakan dengan tegas:
👉 Tidak cukup mengatakan: "Syaikh menta’dil"
👉 Tidak cukup membawa: "audio lama"
Selama:
❗ Tidak ada bantahan terhadap isi jarh
❗ Tidak ada hujjah yang menjelaskan kesalahan jarh
Maka:
📖 الجرح المفسر مقدم على التعديل المجمل
tetap berlaku.
🌿 Penutup
Ayyuhal ikhwah…
👉 Ilmu ini bukan dibangun dengan potongan audio
👉 Bukan dengan framing
👉 Bukan dengan penggiringan opini
Tetapi:
📖 dengan kejujuran
📖 dengan amanah ilmiah
📖 dan dengan memahami ucapan ulama secara utuh
✍️ Abu Fuad Saiful
Makassar, 14 Syawwal 1447 H/3 April 2026 M
👉 Jagalah agama ini dengan ilmu
👉 bukan dengan fanatisme
👉 dan bukan dengan manipulasi dalil
🤲 اللهم أرنا الحق حقا وارزقنا اتباعه، وأرنا الباطل باطلا وارزقنا اجتنابه
✍️ Abu Fuad Saiful
Makassar, 13 Syawwal 1447 H/2 April 2026 M
🔥 Ketika Jarh Mufassar Diabaikan, dan Ta‘dil Mubham Dikedepankan
Fenomena Pembelaan Kesalahan dengan Mengabaikan Kaidah Ilmiah
(Bagian Keempat: Meluruskan Syubhat "Kapan Ta’dil Didahulukan?")
⚠️Baru-baru ini muncul syubhat baru yang dibungkus dengan nukilan ulama dan istilah ilmiah:
👉 "Kapan ta’dil tetap didahulukan daripada jarh mufassar?"
Sekilas, ini tampak sebagai pembahasan ilmiah.
Namun hakikatnya, di sinilah terjadi pengaburan antara kaidah dan pengecualian.
🧠 Hakikat yang Harus Diluruskan
Perlu ditegaskan sejak awal:
👉 Benar, para ulama menyebutkan adanya kondisi di mana ta’dil didahulukan.
Namun…
❗ Pengecualian tersebut tidak berlaku secara mutlak
❗ bahkan tidak bisa dipahami kecuali dengan mengetahui syarat dan rinciannya
❗ dan tidak bisa dijadikan alat untuk membatalkan kaidah asal
⚖️ Kaidah Asal yang Tidak Boleh Digugurkan
Ahlus Sunnah telah menetapkan:
📖 الجرح المفسر مقدم على التعديل المجمل
Artinya:
👉 Kritik yang rinci dan jelas
lebih didahulukan daripada pujian yang umum
Ini adalah:
✓ kaidah mayoritas ulama
✓dan menjadi standar dalam menjaga agama
🔍 Di Mana Letak Pengaburannya?
Sebagian orang menyampaikan:
👉 "Ta’dil tetap didahulukan dalam kondisi tertentu"
Lalu mereka langsung menyimpulkan:
❌ "Berarti ta’dil bisa mengalahkan jarh mufassar"
👉 Inilah letak kesalahan fatalnya
Karena mereka:
❌ tidak menjelaskan syaratnya
❌ tidak membedakan jenis ta’dil
❌ dan menggeneralisasi pengecualian
❌ serta memindahkan hukum dari kondisi khusus menjadi kaidah umum
🎯 Penjelasan Ilmiah yang Benar
Para ulama menjelaskan:
👉 Ta’dil bisa didahulukan bukan karena ia ta’dil semata,
tetapi karena:
✓ telah mengetahui sebab jarh secara rinci
✓ kemudian membantahnya dengan hujjah
✓ atau menetapkan bahwa pelaku telah bertaubat dengan bukti
📌 Maka dalam kondisi ini, setelah adanya penjelasan dan bantahan:
👉 ta’dil tersebut bukan lagi mubham
👉 tetapi sudah menjadi ta’dil mufassar
💥 Kesimpulan yang Sering Dipelintir
❌ Mereka berkata:
"Ta’dil global tetap didahulukan"
Padahal:
👉 Ta’dil global tidak bisa menggugurkan jarh mufassar
Yang bisa menandinginya hanyalah:
✓ ta’dil yang memiliki penjelasan
✓ dan memiliki hujjah
✓ bahkan dalam kondisi ini pun, penilaian tetap kembali kepada kekuatan hujjah, bukan sekedar klaim ta'dil
⚠️ Bahaya Pemahaman Ini
Jika syubhat ini diterima:
▪️ Setiap pujian akan dijadikan tameng
▪️ Setiap kritik akan ditolak
▪️ Dan setiap kesalahan akan dilindungi
👉 Dengan alasan: "Sudah ada yang menta’dil"
🔰 Penegasan
Ayyuhal ikhwah…
👉 Bukan setiap ta’dil didahulukan
👉 tetapi hanya ta’dil yang menjawab jarh dengan hujjah
👉 Dan bukan setiap jarh ditolak
👉 selama ia jelas, rinci, dan berdasar ilmu
⚖️ Manhaj yang Lurus
Jika terjadi:
➡️ Jarh mufassar
➡️ dan ta’dil mubham
👉 Maka jarh didahulukan
Namun jika:
➡️ Ta’dil datang dengan penjelasan
➡️ dan membantah jarh secara ilmiah
👉 Maka keduanya harus ditimbang dengan adil berdasarkan hujjah, bukan sekedar mengikuti kecendrungan atau fanatisme!
‼️ Peringatan
Jangan tertipu dengan:
🔸 nukilan yang benar
🔸 namun kesimpulan yang salah
Karena:
👉 tidak semua yang berbicara dengan istilah ulama
memahami manhaj ulama
🔊 Penutup
Ketahuilah…
👉 Masalah ini bukan pada kaidah
👉 tetapi pada penyalahgunaan kaidah dan menjadikan pengecualian sebagai senjata untuk membatalkan prinsip
👉 barangsiapa memahami kaidah tanpa memahami penerapannya, maka ia akan tersesat dalam menggunakannya
Maka:
📖 berpeganglah dengan ilmu
📖 bukan dengan fanatisme
📖 dan bukan dengan pembelaan terhadap individu
🤲 اللهم أرنا الحق حقا وارزقنا اتباعه، وأرنا الباطل باطلا وارزقنا اجتنابه
✍️ Abu Fuad Saiful
Makassar, 13 Syawwal 1447 H/ 2 April 2026 M
🔥 Ketika Jarh Mufassar Diabaikan, dan Ta‘dil Mubham Dikedepankan
Fenomena Pembelaan Kesalahan dengan Mengabaikan Kaidah Ilmiah
(Bagian Kedua)
⚠️ Belum lama ini, muncul sebuah kalimat yang tampak merendah,
namun hakikatnya berbahaya:
"Kita bukan ulama, tidak boleh menilai siapa pun."
Sekilas terdengar tawadhu’.
Namun jika ditelusuri, ini bisa menjadi pintu besar bagi tersebarnya kebatilan.
🔰 Hakikat yang Harus Dijelaskan
Jika ucapan ini diterapkan secara mutlak, maka:
▪️Tidak ada yang boleh memperingatkan dari kesalahan
▪️Tidak ada yang boleh meluruskan penyimpangan
▪️Bahkan ummat akan dibiarkan bingung tanpa arahan
Lalu...
Siapa yang akan menjaga agama di tengah derasnya syubhat?
💥 Realita yang Terjadi:
Hari ini kita menyaksikan:
➡️ Ada yang jelas menyampaikan pemikiran menyimpang,
lalu ketika diluruskan, dia berkata:
"Jangan menilai, kita bukan ulama."
➡️ Ada yang berbicara agama tanpa dasar ilmu,
lalu ketika dikritik, dia menjawab:
"Siapa kamu? Ulama saja bukan."
➡️ Ada yang mencampur dan berusaha menyatukan antara sunniy dengan hizbiy,
lalu ketika diperingatkan, dia berkata:
"Jangan saling menjatuhkan,
Jangan saling menuding."
Padahal hakikatnya:
👉 kesalahan sengaja ingin dibiarkan tanpa koreksi
🔊Penegasan
Kita katakan dengan tegas,
Benar, kita tidak boleh:
▪️Berbicara tanpa ilmu,
▪️Menghukumi dengan hawa nafsu,
▪️Menjatuhkan seseorang tanpa bukti.
❌ Namun salah besar jika ucapan ini dijadikan alasan untuk menutup pintu penjelasan kebenaran.
🧠 Poin Penting
Bukan syarat menyampaikan kebenaran harus menjadi ulama,
tetapi syaratnya adalah mengetahui bahwa itu kebenaran.
Dan bukan syarat memperingatkan dari kesalahan harus menjadi imam besar,
tetapi syaratnya adalah memiliki ilmu tentang kesalahan tersebut.
⛔ Waspadalah…
Jika syubhat ini diterima:
(Jangan menilai, kita bukan ulama.)
Maka akibatnya:
▪️Penyimpangan tidak bisa disentuh
▪️Ummat kehilangan filter dalam beragama
🚦Perlu Disadari
Kaidah di atas sama sekali bukan untuk menjaga adab,
justru akan membuka pintu kerusakan dan agar penyimpangan tidak terbongkar.
🎯 Hakikatnya
👉 Mereka melarang tahdzir bukan karena suka kepada adab,
tetapi karena takut kesalahan mereka terbongkar.
👉 Mereka ingin manusia diam bukan karena tawadhu’,
tetapi agar kebatilan mereka tidak disentuh.
⚖️ Manhaj yang Benar:
▪️Tidak berbicara tanpa ilmu
▪️Tidak diam dari kebenaran
▪️Tidak menzalimi manusia
▪️Tidak membiarkan kesalahan
⚠️ Renungan
Ayyuhal ikhwah…
Jika setiap orang berkata:
"Saya bukan ulama, saya diam saja…"
Maka Bersiaplah:
▪️Kebatilan akan berbicara tanpa tandingan
▪️Penyimpangan akan menyebar tanpa bantahan
▪️Kebenaran akan tenggelam dalam diam
‼️ Kesimpulan
Diam dari kebatilan bukanlah tawadhu’,
tetapi bisa menjadi bentuk pengkhianatan terhadap kebenaran.
🤲 Allahulmustaan
✍️ Abu Fuad Saiful
Makassar, 12 Syawwal 1447 H/1 April 2026 M
﷽
HADIRILAH..!
📜 InsyaAllah, Pelaksanaan Shalat Jumat Kota Tanjung Pinang, Pulau Bintan
📃 Tema Khutbah: "Sabar di Awal Musibah, Kunci Keutamaan"
🎙 Imam dan khatib InsyaAllah:
Al-Ustadz Abu Fida' Husni حفظه الله
🗓 Hari Jum'at 14 Syawwal 1447 / 03 April 2026
⏰ Pukul: 12.00 Wib - Selesai
🕌 Lokasi:
Masjid Ibnu Sina RSUD Raja Ahmad Tabib, Km. 8 Tanjungpinang Provinsi Kepulauan Riau.
📞 Informasi :
https://wa.me/6282377168711
📚 MAJLIS TA'LIM AN-NAJIYAH BINTAN
📢 HIMBAUAN TA’AWUN & DONASI DAKWAH MEDIA SOSIAL
🎞️ JEJAK SYI'AH 👣
📚 Allah ﷻ berfirman:
وَتَعَاوَنُوْا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوٰىۖ
"Dan tolong-menolonglah kalian dalam kebaikan dan ketakwaan." (Al-Maidah: 2)
📲 Informasi Penyaluran Donasi
• Bank Mandiri No. Rekening:
1370005534298 (a.n. Fahim Djatmiko)
• Konfirmasi Transfer:
081315878504 (Abu Fadhilah Jogja)
📌 Pembimbing:
- Al Ustadz Luqman Ba’abduh
- Al Ustadz Ruwaifi’
- Al Ustadz Abu Muhammad Musa
- Al Ustadz Abu Utsman Kharisman
- Al Ustadz Abu Jundi
- Al Ustadz Abu Fuad Saiful
حفظهم الله
📤 Turut Menyebarkan:
📡 /channel/annajiyahbatam